TENTANG BERITA NEGATIF (Intro Kami, lanjutan.)

katafarra.com tentang berita negatif

Yooo… inilah lanjutan dari tulisan sebelumnya yang berjudul intro Kami, buat kamu yang langsung berada disini, yo!! baca dulu yang sebelumnya biar asik..

Kenapa gak lanjut nulis humor di platform sebelumnya aja?

Disana udah gak ada kanal Humor. sejak akhir januari 2018 (kalau gak salah), hanya ada tiga kanal yaitu, Islami, hiburan dan Politik.

Yang awal nulis artikel humor cuma iseng-iseng di waktu luang, eh ternyata seru juga.. dan ada niatan buat lebih aktif lagi dari sebelumnya buat nulis humor. Tapi sayang, setelah berusaha lebih aktif dan mempersiapkan lebih banyak konten humor yang dibuat untuk diterbitkan disana, eh malah humornya hilang!!

Kok bisa Hilang!!

Saya juga gak tau.., karena sebelumnya tidak diberi taukan alasannya kenapa?!!. Kalau dilihat dari jumlah pembaca atau viewer, memang humor ini sangat kalah sama kanal hiburan. Bisa jadi karena gak terlalu menghasilkan inilah mereka menghapus kanal humor, dan mempertahankan kanal hiburan karena lebih menguntungkan..

Kenapa gak pilih tema lain yang ada, seperti tema islam?

Yaa.. saya pernah coba juga kalau ini, sedikit ribet karena harus ada situs luarnya yang valid, kalau ada ayat Al-Quran harus ada tafsiran ayat menurut siapa, dapet ngutip dari situs apa?  dan belum lagi agak lama diterimanya….

Gak coba hiburan atau politik gitu? Untuk hiburan ini yang isinya tentang kehidupan para Artis, gossip selebriti yang beredar. jelas NO!! ya.. saya sama sekali gak tertarik ngikutin situs gossip, liat-liat berita gossip di Tv dan cek Instagram biar bisa tau mana yang lagi hot-hotnya diperbincangkan, bikin headline yang heboh, aneh dan sangad Clickbait.

Jangankan untuk nonton gossip di TV, nonton TV aja jarang.. sekalinya nonton paling nonton kartun. tontonannya upin-ipin, doraemon kalau gak SpongeBob (biasanya nonton Masha & Bear juga, tapi sekarang udah jarang ada yaa?.. ini biasa tayang jam berapa sih sekarang? Hehehe..)

Saking jarangnya nonton TV saya gak tau istilah “Pelakor” yang sebenarnya..

Singkat cerita waktu itu sedang ada berita gossip sebut aja artis inisial A yang dikabarkan dekat dengan suami orang yang sama-sama artis juga, dan menjadikan seolah-olah artis inisial A ini dianggap sangat jelek di mata masyarakat.

Begitu penasaran dengan berita seperti ini, akhirnya dengan berat hati saya buka top kategories di kanal hiburan ini..

APA YANG TERJADI??  7 artikel yang mendapatkan pembaca paling banyak di kanal hiburan ini, yaitu berita atau gossip yang sama semuanya, tentang artis inisial A ini, dengan headline yang berbeda-beda, banyak juga yang dilebih-lebihkan alias clickbait dan dilihat dari judul seolah-olah begitu jelek, hina serta teraniyaya nya artis inisial A ini. (Ibarat kata, saking teraniyaya nya dia kalau saat itu juga berdoa bisa-bisa langsung terkabul tuh do’anya..) hehehe..

Anehnya.. Tak terasa ternyata saya telah memabaca 7 artikel hiburan alias gosip yang kurang-lebih isinya sama, dengan kekhilafan ini saya menyimpulkan bahwa…

Pola cerdik Penulis artikel, dengan judul berlebihan tetapi isinya “B aja” udah banyak yang bahas dan sama. Asalkan bisa narik banyak pembaca! bisa bikin penulis untung, platform pun untung!! Tetapi apakabar yang baca? Waktumu terbuang hanya untuk membaca berita yang sama. (ken’na deh!!)

Berita gossip bisa bikin pembacanya kecanduan.. (udah tau berita atau gosipnya sama, masih aja penasaran pengen lihat) Kamu juga gini ya? SADARLAH!!

Kesimpulan terakhir dan terpenting adalah…

Akhirnya saya menemukan arti “Pelakor” yang sesungguhnya!! YEAY!! Karena waktu itu bertepatan dengan adanya kasus korupsi e-KTP. Saya pikir kata “Pelakor” dan kasus e-KTP ini saling berhubungan, dimana awal mendengar kata pelakor saya mengartikan bahwa itu singkatan dari “Pelaku Korupsi”. Ternyata eh-ternyata arti yang sebenarnya  itu adalah…. (Ah sudahlah!!)

Terus Kalau Mengenai Berita Politik??

NO!! untuk politik, saya lihat kebanyakan berita-berita atau artikel mengenai politik saat ini banyak sekali yang berisikan opini si penulis sendiri, bukan dari fakta kenyataan sebenarnya. Belum lagi banyak isi berita yang mendukung salah satu pihak orang atau golongan tertentu (bukan berarti kita gak boleh blak-blakan dukung salah seorang atau golongan dalam hal politik) tetapi cara penulis atau pembuat berita untuk mendukung salah satu pihak, mereka malah mengekspresikan dukungannya dengan cara menyebar berita negative pihak yang gak dia dukung alias pihak lawan. Kenapa gak focus sama pihak yg didukung aja, tanpa menjatuhkan pihak lawan? Kan bisa?!!

Emang bisa.., tapi kita harus sadar terlebih dahulu sama diri kita sendiri dan sekeliling kita, kenapa?

Coba perhatikan pemberitaan di media social ataupun dimana saja, lebih banyak tersebar berita negative dibanding pemberitaan positif yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari, dan kadang-kadang ada aja keluarga atau teman yang hobi nya share berita negative via whatsapp, baik group maupun personal.  “Arrrgghh!!”

Dan banyak di berita atau artikel politik itu biasanya judul berita atau Headline berlebihan/clickbait dan kadang tak sesuai dengan isinya.  Judul Berita Ngawur!!,dan  banyak pembaca yang cuma baca judulnya!! Hhmmm… yang lebih parah judulnya ngawur tak sesuai isinya, terus yang baca cuma screenshot judul berita, sebar di medsos terus kasih caption semau dia. Padahal gak tau isi beritanya seperti apa..

Sehingga banyak yang terbiasa dan merasa lebih menarik baca berita negative..

NAH.!! Ini mungkin yang jadi alasan atau bisa jadi jawaban kenapa lebih banyak tersebar berita negative? Ibarat pertanyaan duluan mana telur sama ayam? Yang mana jawabannya baik ayam ataupun telur keduanya mengandung kebenaran, tergantung pertanyaan yang disampaikan.

Seperti itu juga ketika kamu bertanya, “terus ini salah siapa? Pembaca berita atau penulis berita?” pembaca menyalahkan penulis, “salah penulis!! Karena dia sih, yang lebih banyak bikin berita negative!!” dan si penulis menyalahkan pembaca dan membuat pembelaan, “salah Lu!! ­­­­­suruh siapa lebih suka baca dan sebar berita negative? Coba kalau Lu sukanya baca dan sebar berita positif. Pasti lebih banyak tersebar berita positif”.

Karena itu penulis berita lebih suka menulis berita negative karena menguntungkan dan menghasilkan baginya, sebab banyak pembacanya dan jumlah orang yang sering share juga banyak..

Hehehe.. penyebaran berita aja pola nya saling terikat dan kompleks juga ya.. terus gimana merubahnya?

Ketika mendapatkan berita positif dan bermanfaat kita bisa menjadi mata rantai yang terhubung dan menyampaikannya kepada orang lain, namun ketika ada berita negative yang tak bermanfaat cukup jadikan diri kita titik ujung dan berhenti di diri kita.

mungkin itu adalah beberapa alasan saya berhenti nulis di platform tersebut, karena tersadar oleh kenyataan yang ada, yang sebelumnya belum pernah benar-benar saya sadari..

oke see you..~

Terimakasih..

2 thoughts on “TENTANG BERITA NEGATIF (Intro Kami, lanjutan.)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *